Sabtu, 12 Juli 2014

mengingat momen

Setiap hari setiap waktu pasti banyak kejadian yang kita lalui, tapi saya yakin pasti tidak semuanya kita ingat semua kejadian yang kita lalui pada hari ini. Ketemu orang asing, ngobrol, kenalan, di jalan ketemu apa saja, kejadian selama kerja atau kuliah dll, kita tidak mungkin bisa mengingat semua, bahkan baru saja kenalan sepuluh menit kemudian lupa *itu mimin aja kales* hehehe.
Memang begitulah cara kerja otak manusia seperti kutipan kata kata dari cesare pavesse bahwa "kita tidak mengingat hari-hari tapi mengingat momen-momen". Nah pertinyiinnyi? pertinyi.... innyi? *malah kayak tukul di family 100, Barang apa yang sering dibawa saat berpergian? oke stop kembali ketopik semula. Manusia mengingat momen tapi momen apakah yang harus kita ingat? karena setiap hari ada banyak moment dan tidak semua momen yang terjadi adalah momen yang menyenangkan dan bisa saja moment tersebut adalah moment yang tidak menge enakkan untuk diri kita.
Dalam hidup kita harus mengingat banyak momen-momen positif yang terjadi dalam hidup dan kalau dalam hidup anda anda hanya mengingat momen momen yang negatif misal:
1. kemaren saya habis berantem dengan teman
2. saya senang si a tidak jadi menjadi juara kelas
3. teman teman saya sering mengejek saya
jika momen negatif lebih banyak itu tandanya ada masalah dalam kehidupan anda
seharusnya momen momen yang anda ingat adalah momen momnen yang positif misal
1. kemaren sangat menyenangkan sekali ngobrol dan berbagi dengan teman sattu kelas di kampus
2. kemaren kita sukses berkerja sama dalam proyek kantor
3. perayaan kesuksesan kami sangat meriah dan sangat akrab.
Jadi agar bahagia dan nyaman perbanyaklah momen positif dalam hidup dan bila perlu ciptakan momen momen positif dalam hidup karena hidup cuma sekali hiduplah dengan dahsyat *malah kayak pak tung desem waringin hehehe. karena semakin banyak momen positif akan sekin bahagia dan nyaman dalam menjalani hidup

Read More

Sabtu, 10 Mei 2014

gunung argo yg menjadikan kita sahabat

Gunung argo.. i..ya gunung argo.. nama lengkapnya gunung argopuro.. tapi nanti dulu sob gunung argo yang aku maksud ini adalah gunung argopuro yg berada di kabupaten rembang tempat kelahiranku. Mungkin ada yg bertanya-tanya, apa iya di rembang ada gunung argo?? jawabnya "iya". Memang gunung ini tidak terlalu tinggi, cuma 806mdpl tapi sudah bisa disebut gunung koq soalnya menurut   Encyclopædia Britannica agar bisa di definisikan sebagai gunung membutuhkan ketinggian 2000 kaki (610m). 
Gunung yag sudah lama ingin aku daki bahkan sejak masih kecil karena gunung ini terlihat gagah dari desaku, apalagi dengan berbagai cerita mistis tentang gunung ini baik itu dewi rengganis maupun penunggu lainnya bukannya takut malah semakin membuat penasaran karena membuatku berangan-angan tentang petualangan yang seru dan penuh tantangan. Berkali-kali bikin rencana untuk mendaki tapi gagal akhirnya kesempatan itu datang yaitu tanggal 8 april yang kebetulan ada waktu libur yang sama antara aku dan temanku Ridho yaitu tangal 9 april pas pemilu. Maklum aku kerja di outbond yang kerjanya waktu orang liburan dan ridho berkerja di bank yg liburnya pas waktu berkerja pas kan?  hehe.
Waktu sudah dapet akupun update di facebook tentang rencanaku ini, tak disangka ada teman lain yang juga ingin ikut bergabung naik gunung argo. Teman entaah siapa dan  aku juga belum pernah bertemu langsung, namun disinilah uniknya para petualang, tanpa memperdulikan siapa dan darimana, asal mempunyai tujuan yang sama yaitu mendaki gunung jalan bersama bukan masalah. mendaki gunung dengan orang tak dikenal apakah tidak berbahaya? nanti kalo ternyata orang yang gabung orang jahat gimana trus nanti kalo di culik dirampok ?? santea aja sob kalo kamu punya kepikiran kayak itu sebaiknya kurangi nonton film horor hehe. Bukannya aku gak takut sama sekali tapi melihat profilnya ternyata dia juga sering naik gunung aku yakin dia orang baik  karena menurutku lebih banyak orang baik daripada orang jahat di dunia ini kalaupun ketemu orang jahat berarti lagi apes aja  hehe :)
Kekhawatiran terbesarku bukanlah baik atau jahat nih orang tapi lebih kepada karakternya nanti pas mendaki gunung banyangkan 4 orang mendaki bersama aku sih sudah kenal akrab ridho tapi Fandi membawa temannya juga temannya Riyan, belum pernah bertemu tiba tiba mendaki bersama, yang aku pikirkan bagaimana nanti kalu pas naik ternyata orangnya gak asik aku bisa ewuh sendiri sama ridho karena ini pengalaman pertama kalinya bagiku dan bahkan bagi kita ber empat mendaki argo. Tapi gak papa dan justru disitulah tantangan dan serunya mendaki gunung, apakah kita bisa mengontrol keadaan atau keadaan yang mengontrol kita,  asek..
Hari yang ditentukan tiba kita semua sepakat untuk berkumpul di rumahku.
Waktu berangkat akhirnya molor karena harus menunggu ridho rampung kerja terlebih daluhu dan kita baru bisa sampai start pendakian pukul setengah sembilan malam. Agak serem juga sih kita ber empat pertama kali mendaki argo malam pula, namun setelah tanya bapak yang ada di pos pendakian desa ngroto bahwa jalurnya mudah katanya sih “mas nanti kalo naik ikuti aja jalan setapak, lurus terus kalo ada perempatan nanti lurus terus aja”  waktu tempuh sekitar 3 jam aku yakin aman dengan keyakinan asal naik terus nanti pasti sampai *ya iyalah namanya naik gunung pasti naik*
          Sambil berjalan kita saling bercerita pengalaman masing masing dan dari sinilah aku tau ternyata fandi orang yang asik mental mendaki gunungnya juga oke karena dia sudah sering mendaki gunung. Asiknya fandi termasuk pendaki rapi pake baju lapangan rambut sisir rapi, dan gak ketinggalan pake minyak wangi trus pake celana panjang yang dipotong jadi celana pendek jadi style andalan. Semakin tinggi kita mendaki kitapun menjadi semakin akrab. Dan ternyata kekhawatiranku gak terbukti karena kita ber 4 sama sama bisa menjaga emosi satu sama lain dan kita bisa menjadi akrab dan lepas dalam bercanda.
          Sampai di puncak argo sekitar pukul 12 kurang seperempat gak nyangka juga sih bisa secepat itu karena saat jalan kita jarang berhenti karena sepanjang jalan basah semua habis hujan jadinya daripada basah mending jalan terus. Tenda kita dirikan, masak air, bikin kopi dan mengeluarkan bekal makanan ringan. Malam agak berkabut namun suasana semakin akrab hingga satu persatu dari kita masuk tenda untuk tidur sebentar untuk menyambut mentari pagi, momen yang paling ditunggu-tunggu saat di puncak gunung.
          “Sudah Pukul empat silahkan segera bangun” suara alarmku dari hape nokia berbunyi. Agak males malesan akhirnya aku bangun, sayang saat itu cuacanya agak kabut jadinya suasana sunrisenya kurang sempurna. Karena sudah waktunya akupun solat subuh. Solat subuh di puncak gunung bener-bener menjadi momen yang asik karena suasananya bisa membuat lebih khusuk.
          Baru sekitar pukul 5 pagi kabut mulai hilang dan binggo!!! inilah puncak tertinggi di Rembang kita bisa melihat laut menghampar disebalah utara dan hijaunya daratan di sisi selatan serta samar-samar gunung lawu, dibagian barat mungkin ungaran atau merbabu merapi yg samar-samar terlihat indah.
          Menikmati alam enggan membuat kita cepat cepat-cepat turun, tapi Fandi harus segera tutun karena nanti sore harus berangkat ke jakarta untuk menghadiri interview. Pukul 8 kita turun dan sekitar setengah 10 kita sudah sampai di basecamp pendakian di desa ngroto. 
Selepas dari desa ngroto kita langsung pulang ke rumah masing masih karena fandi sudah buru buru untuk berangkat ke jakarta. Awalnya kita tidak kenal dan Karena mendaki argolah kita ber 4 bisa berkenalan dan menjadi sahabat.  


Read More