tertawa ceria namun tiba-jadi sedih kadang
cemberut... semua pasti sudah pernah mengalaminya dan itu wajar, namun jadi
tidak wajar apabila perubahan sikap itu secara cepat dan mendadak dalam
hitungan jam Cuma gara-gara alasan sepele misal dimarahi dosen, SMS pending
terus, beli pulsa gag terkirim terkirim, dll.
Tiba-tiba ngambek, manyun di tanyain “Kamu
kenapa?” malah tambah marah dikira gag
perhatian serba salah deh sama orang kayak gini (pasti teman teman pernah
mengalamin ketemu temen kayak gini). Apalagi yang ikut organisasi pasti pernah
merasakan susahnya berteman dengan orang seperti ini.. dengan bahasa kerennya
sekarang “labil”.
Kalo kalo pas kondisi santai atao lagi nongkrong
sambil bercanda kalo ada yang labil tambah seru karena bisa dijadikan bahan
guyonan tapi kalo pas ada kegiatann ato kerjaan bayangkan betapa repotnya? Saat
kita mencurahkan tenaga unutk mengerjakan tugas dari kepanitiaan tiba-tiba
temen yang jadi partner kita labil.. hem betapa repotnya disisi lain kita
dituntut untuk mengerjakan tugas dengan baik tapi mau tak mau juga harus
menjaga emosi dari teman kita. Terjebak diantara dua pilihan.. dibiarkan saja koq tugas jadi tambah berat..
dibantu koq gag ada respon posisif ke kitabayangkan jadi bingungkan..
Ingatlah sudah tidak jamananya lagi semua yang kita
inginkan itu jadi kenyaaan dan berakhir bahagia ( kayak di pilem pelem tv) dan
di apresiasi dengan baik. Dan kalo kita masih berpandangan seperti itu aku
yakin akan labil terus karena hati jadi mudah terluka dan lebih bahaya lagi
bisa meukai orang lain juga karena teman yang harusnya simpati kepada kita
menjadi menjauh karena ikut tersakiti dengan sifat kita. Karena siapa yang
tahan kalo tiap hari ketemu oarang manyun. Dijak ngomong tidak ditanggapin.
Ingat sikap orang kekita merupakan cerminan sikap kita ke mereka. Jangan salahkan
jika sikap mereka gag enak pada kita siapa tahu
itu akibat kita yang terlalu labil.
