Senin, 28 Januari 2013

LABIL....



tertawa ceria namun tiba-jadi sedih kadang cemberut... semua pasti sudah pernah mengalaminya dan itu wajar, namun jadi tidak wajar apabila perubahan sikap itu secara cepat dan mendadak dalam hitungan jam Cuma gara-gara alasan sepele misal dimarahi dosen, SMS pending terus, beli pulsa gag terkirim terkirim, dll.
Tiba-tiba ngambek, manyun di tanyain “Kamu kenapa?”  malah tambah marah dikira gag perhatian serba salah deh sama orang kayak gini (pasti teman teman pernah mengalamin ketemu temen kayak gini). Apalagi yang ikut organisasi pasti pernah merasakan susahnya berteman dengan orang seperti ini.. dengan bahasa kerennya sekarang “labil”.
Kalo kalo pas kondisi santai atao lagi nongkrong sambil bercanda kalo ada yang labil tambah seru karena bisa dijadikan bahan guyonan tapi kalo pas ada kegiatann ato kerjaan bayangkan betapa repotnya? Saat kita mencurahkan tenaga unutk mengerjakan tugas dari kepanitiaan tiba-tiba temen yang jadi partner kita labil.. hem betapa repotnya disisi lain kita dituntut untuk mengerjakan tugas dengan baik tapi mau tak mau juga harus menjaga emosi dari teman kita. Terjebak diantara dua pilihan..  dibiarkan saja koq tugas jadi tambah berat.. dibantu koq gag ada respon posisif ke kitabayangkan  jadi bingungkan..
Ingatlah sudah tidak jamananya lagi semua yang kita inginkan itu jadi kenyaaan dan berakhir bahagia ( kayak di pilem pelem tv) dan di apresiasi dengan baik. Dan kalo kita masih berpandangan seperti itu aku yakin akan labil terus karena hati jadi mudah terluka dan lebih bahaya lagi bisa meukai orang lain juga karena teman yang harusnya simpati kepada kita menjadi menjauh karena ikut tersakiti dengan sifat kita. Karena siapa yang tahan kalo tiap hari ketemu oarang manyun. Dijak ngomong tidak ditanggapin. Ingat sikap orang kekita merupakan cerminan sikap kita ke mereka. Jangan salahkan jika sikap mereka gag enak pada kita siapa tahu  itu akibat kita yang terlalu labil.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar