Senin, 19 Januari 2015

belajar sebanyak-banyaknya selagi masih ada waktu

Hari itu minggu tanggal 18 Januari 2014  aku dikejutkan dengan kabar meninggalnya seorang mentor dan petualang yang selalu low profile walau sangat berpengalaman dalam dunia petualangan yaitu pakde sunkid ( dana sugita).
 Awal kenal tahun 2009 saat aku satu tim dengan pakde sunkid dalam acara pendakian ke gunung tambora. Namun setelah ekspedisi selesai kita jarang berkomunikasi lagi karena lokasiku yang ada di Solo sedangkan pakde ada di Madiun. Baru beberapa bulan ini kami mulai dekat karena rencana mencoba kembali jalur pendakian klasik dari gunung lawu yaitu jalur singo langu dan kebetulan sekarang kerjaku juga ada disarangan yang dekat dengan madiun sehingga mulai sering ketemu lagi.Namun siapa yang mengira sekarang beliau sudah tiada padahal rasanya masih ingin mendapat bimbingan dan berbagai pengalaman dari beliau yang sudah bertahun tahun selalu berkecimpung di dunia petualang.
Dari kejadian ini akau mulai merenungkan tentang orang orang disekitarku, baik itu teman, guru ataupun mentor yang telah memberikan banyak pengalaman kepadaku. Muncul pertanyaan dalam pikiranku "sudahkan aku belajar banyak darinya dan sungguh-sungguh menjalankan saran terbaiknya? " jangansampai kalau mereka sudah tiada aku menyesal karena sudah tidak bisa belajar lagi kepadanya. Karena belajar terbaik adalah saat kita bertemu langsung dan berinteraksi langsung daripada melalui tulisan atau cerita dari oranglain
Kita tidak tau apa yang akan terjadi besok karena itu takdir hidup dan mati seseorang adalah hak dari allah Swt. Untuk itu kenali orang-orang hebat disekitarmu dan belajarlah sebanyak-banyaknya. jangan sampai kalau mereka sudah tiada kita menyesal karena kita tidak belajar apa-apa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar